Latest Entries »

Guru diPedalaman

Lihat, dengar, rasakan….

……………..Maka bertanyalah mata kepada telinga, “ Mengapa kamu tak pernah memejam?” Dan telinga menjawab, “ Aku harus terus terjaga agar bisa selekasnya membangunkanmu apabila ada yang datang dari balik dinding, sesuatu yang datang dari belakang, sesuatu yang datang dari kegelapan, dan sesuatu itu penting untuk selekasnya kau beri kesaksian. Sebab aku sendiri tak yakin dengan suara yang datang kepadaku sebelum kau melihatnya dan meyakinkan aku bahwa sesuatu yang aku dengar itu memang sesuatu yang kau lihat ”………………………………….

~ Hasan Aspahani ~

Think Different


PLS

Pendidikan luar sekolah

Pendidikan luar sekolah (bahasa Inggris: Out of school education) adalah pendidikan yang dirancang untuk membelajarkan warga belajar agar mempunyai jenis keterampilan dan atau pengetahuan serta pengalaman yang dilaksanakan di luar jalur pendidikan formal (persekolahan).

Karakteristik pendidikan luar sekolah

  1. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Subtitute dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dapat menggantikan pendidikan jalur sekolah yang karena beberapa hal masyarakat tidak dapat mengikuti pendidikan di jalur persekolahan (formal). Contohnya: Kejar Paket A, B dan C
  2. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Supplement pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk menambah pengetahuan, keterampilan yang kurang didapatkan dari pendidikan sekolah. Contohnya: private, les, training
  3. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Complement dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan yang kurang atau tidak dapat diperoleh didalam pendidikan sekolah. Contohnya: Kursus, try out, pelatihan dll

PAUD

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

PENDIDIKAN KESETARAAN

Prolog

Scripta Manent

Verba Volant

Yang Tertulis Akan Abadi

Yang Terucap Akan Berlalu

Berlalu Bersama Angin

Maka Menulislah !

PEMARAH DAN PENYABAR

Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar. Seseorang yang tidak bisa merasa marah tidak bisa disebut penyabar, karena dia hanya tidak bisa marah. Sedangkan seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar. Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu sulit, Anda sangat tepat, karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.