Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang (developing country) dan sedang giatnya melaksanakan pembangunan di segala aspek kehidupan. Sebagai amanat konstitusi, pembangunan dilaksanakan guna mewujudkan masyarakat sejahtera dalam suasana yang damai, sekaligus berusaha mengejar ketinggalannya untuk menjadi negara yang dan berperadaban.

Sebagaimana dikemukakan oleh Saul M Katz (1971) bahwa pembangunan adalah mayor societal change from one state of national being to another, more valued state, adanya perubahan besar-besaran suatu bangsa dari suatu keadaan menuju keadaan yang lebih baik. Sejalan dengan itu pandangan Coralie Bryant dan Louise White, dalam Managing Development in the Third World mengemukakan bahwa pembangunan ialah upaya untuk meningkatkan kemampuan mausia untuk mempengaruhi masa depannya. Tentu dalam pelaksanaan pembangunan diperlukan keterlibatan semua pihak tanpa membedakan jenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan.

Keterlibatan kaum perempuan dalam pembangunan bangsa Indonesia sebenarnya sudah sejak lama dimulai, secara eksplisit dengan gencarnya dilaksanakan ketika lembaga Kementerian Peranan Wanita didirikan secara resmi akhir tahun 70-an. Realitasnya tidak dapat dipungkiri bahwa peran kaum perempuan dalam pembangunan sedemikian besarnya, ikut serta menentukan arah dan keberhasiIan pembangunan nasional Indonesia.