PENDIDIKAN KESETARAAN

* Merupakan salah satu jenis pendidikan Nonformal yang berstruktur dan berjenjang.

* Memberikan kompetensi minimal bidang akademik dan lebih memiliki kompetensi kecakapan hidup.

* Memberikan kompetensi kecakapan hidup agar lulusannya mampu hidup mandiri dan belajar sepanjang hayat.

PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET A, B, dan C

* Pendidikan kesetaraan meliputi Program Paket A Setara SD, Paket B Setara SMP, Paket C Setara SMA.

* Lulusan Program Paket A berhak mendapat ijazah dan diakui setara dengan ijazah SD, lulusan Paket B berhak mendapat ijazah dan diakui setara dengan ijazah SMP, dan lulusan Paket C berhakn mendapat ijazah dan diakui setara dengan ijazah SMA.

* Paket A & B setara dalam arti sama dengan kompetensi minimal / essensial SD/MI & SMP/MTs ditambah kompetensi yang lebih berorientasi kecakapan hidup.

* Paket C setara dalam arti sama dengan kompetensi minimal/essensial SMA/MA ditambah dengan ditambah kompetensi yang lebih berorientasi kecakapan hidup/kewirausahaan.

PENDEKATAN PENDIDIKAN KESETARAAN

* INDUKTIF; membangun pengetahuan melalui kejadian atau fenomena empirik dengan menekankan pada experiential learning (belajar dengan mengalami sendiri).

* KONSTRUKTIF; mengakui bahwa semua orang dapat membangun pandangannya sendiri terhadap dunia, melalui pengalaman individual untuk menghadapi/menyelesaikan masalah dalam situasi yang tidak tentu atau ambigius.

* TEMATIK; mengorganisasikan pengalaman-pengalaman, mendorong terjadinya belajar di luar ruang kelas, mengaktifkan pengalaman belajar, menumbuhkan kerjasama antar perserta didik.

* BERBASIS LINGKUNGAN; untuk meningkatkan relevansi, dan kebermanfaatannya bagi peserta didik sesuai potensi dan kebutuhan lokal.

KURIKULUM PENDIDIKAN KESETARAAN

Kurikulum Satuan Pendidikan Kesetaraan disusun secara induktif, tematik dan berbasis kecakapan hidup, serta sesuai dengan konteks local dan global. Muatan kurikulum Pendidikan Kesetaraan mengacu pada standar nasional pendidikan yang meliputi mata pelajaran, muatan local, dan pengembangan diri.

Pengaturan beban belajar diatur dengan menggunakan dua sistem Jam belajar:

1. Pertemuan sistem tatap muka (regular), dan

2. Satuan Kredit Kesetaraan (SKK).